Total Tayangan Halaman

4/05/2025

Tips tipis tipis: Berambisi menulis artikel jurnal

Menulis artikel jurnal sering kali membuat kita takut karena penulisan yang akademik, penuh aturan, formal dan terkadang kita harus melakukan revisi terus menerus. Tapi bisa lho menulis artikel jurnal jadi menyenangkan, caranya gimana ya?

Berdasarkan pengalaman aku sendiri, menulis artikel jurnal jangan didasari oleh perasaan terpaksa. terpaksa karna tugas, terpaksa karna dosen udah bilang "deadline nya minggu ini ya!", terpaksa karna liat temen udah mau kelar artikelya. jangannn!! 

Kalo kita menulis karna keterpaksaan, fokusnya bukan lagi tentang isi artikel kita atau apa tujuan kita menulis artikel jurnal tapi fokus ingin cepat selesai tanpa perhatiin detail detail saat proses menulis.

Ambisi. Mungkin satu kata itu bisa jadi bahan bakar kita untuk semangat menulis. Tentu saja bukan ambisi untuk buru-buru kelar yaaaa!

Ambisi di sini maksudnya adalah dorongan dari dalam diri untuk terus berproses, belajar memahami, belajar menuangkan ide kedalam tulisan ilmiah kamu. Mungkin artikel pertama yang kamu tulis gak akan se-sempurna itu, tapi percayalah artikel ke 2, 3, 4 atau mungkin ke 10 bisa jauh lebih baik yang artinya kamu nunjukin kalau kamu berproses. 

Tips tipis tipis biar kamu senang dan berambisi menulis artikel jurnal;

1. NIAT

Yuk sebelum mulai ke langkah selanjutnya, perkokoh niat dalam diri. Karena ketika semangat sedang naik turun, yang membuat kita tetap bertahan adalah niat yang kuat.

Mari kita refleksikan pelan pelan...

“Aku menulis artikel jurnal bukan sekadar untuk formalitas atau tuntutan akademik"

"Aku menulis artikel jurnal sebagai bagian dari proses belajarku"

"Aku ingin memahami topik ini lebih dalam, berpikir lebih kritis, dan menyusun gagasanku dengan jelas.”

“Semoga tulisanku ini bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.”

Dengan niat yang kuat, semoga kamu selalu ingat "mengapa" kamu menulis artikel jurnal.

2. Topik yang bikin kamu enjoy

Sebelum kamu jauh-jauh memilih topik yang "wah kayaknya keren kalo bahas ini" atau "lagi tren banget topik ini" atau permasalahan berat lainnya, mulai lah dengan memilih topik yang kamu suka.

Sebagai pemula, pilihlah topik yang kamu senangi jika kamu mengkaji hal tersebut. Karena percuma topiknya canggih, referensinya bejibun, tapi kamu sendiri ngerasa bingung dan ga paham tiap kali mau nulis satu paragraf. Pilih topik yang bikin kamu excited buat baca. Baca, ya, baca adalah proses yang paling penting sebelum mulai menulis. Aku pernah ditegur oleh dosen saat pertama kali membuat artikel jurnal tanpa memperkaya bacaanku. Memang membaca itu sangat penting. Bayangkan, untuk membaca satu topik saja sudah malas apalagi lanjut ke proses menulis? 

Itulah pentingnya memilih topik yang bikin kamu enjoy.

3. Banyakin baca aja dulu

Yap, sama seperti point sebelumnya. Baca, baca, baca.

Banyakin baca artikel jurnal yang setipe dengan punyamu. Cari tau bagaimana penulis lain menyampaikan idenya dan menuangkan gagasannya. Perbanyak membaca buku buku expert yang dalam bidangmu.

Baca, pahami, simpan. Simpanlah referensi bacaanmu di aplikasi reference manager yang bisa bantu kelola daftar pustaka kamu seperti Mendeley dan lain sebagainya.

4. Jangan takut nulis

Mulai aja dulu, tulisan dikit-dikitmu itu bisa jadi 1 artikel jurnal utuh kalo kamu konsisten. 

Mulai bikin outline sederhana dulu;

1. Latar belakang

2. Rumusan masalah

3. Tujuan penelitian

4. Tinjauan pustaka

5. Hasil dan pembahasan

6. Kesimpulan

Jika sudah lengkap, barulah kamu sempurnakan tulisanmu. Ingat, semua penulis artikel jurnal pernah jadi pemula. Jangan takut untuk memulai.

5. Diskusikan

Pastinya dalam proses menulis, ada buntu buntunya.

Berdiskusilah dengan teman, kakak tingkat, dosen, atau siapapun yang pernah menulis artikel jurnal. Seraplah ilmu dari mereka tentang  bagaimana menulis artikel jurnal. Jangan sendiri, buatlah grup untuk berdiskusi. Sharing is caring!


Seperti itulah yang aku terapkan saat aku mulai menulis artikel jurnal. Semoga tips tipis-tipis ini membantu kamu yang sedang berjuang untuk menulis!

Barangkali ada tips lainnya bisa tulis di kolom komentar ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Why Kupat Tahu Gempol Feels Worth the Hype, Despite the Limited Space

During the New Year holiday, Bandung once again proved that food can be just as powerful an attraction as tourist destinations. One place t...